4 Tantangan Besar bagi Penggalang Dana

1301

Menggalang dana bukan pekerjaan mudah. Ada tantangan-tantangan tertentu yang harus dihadapi para penggalang dana dari negara sedang berkembang (Selatan) pada  saat ini.

  1. Perkembangan penggalangan dana

Penggalangan dana di Selatan tidak berkembang sebaik di Utara (negara  Maju). Karena itu, penggalangan dana di Selatan harus menjadi bagian dari proses mengembangkan kebiasaan memberi dan praktik memberi, mengembangkan metode menggalang dana dan teknik menggalang dana yang baik di dalam lingkungan budaya setempat, dan mengidentifikasi para pendukung yang ada yang ingin Anda jangkau dan mengerahkan mereka. Di Utara, banyak tersedia pengalaman, praktik yang baik, studi kasus yang sudah diterbitkan, pelatihan praktis dan layanan pendukung bagi para penggalang dana. Penggalangan dana di Selatan baru saja mulai, masih pada tahap awal proses belajar.  Itulah sebabnya buku ini mungkin ada gunanya!

2. Kebutuhan bertambah besar

Negara-negara yang melaksanakan kebijaksanaan penyesuaian struktur ekonomi banyak yang memangkas program kesejahteraan dan pendidikan. Tindakan ini menimbulkan beban yang makin besar bagi golongan penduduk miskin. Di negara-negara dengan pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi, golongan penduduk miskin semakin miskin dari tahun ke tahun.  Bahkan di negara-negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi sekalipun, kekayaan tidak menetes ke golongan bawah, ke golongan penduduk yang tertinggal dan melarat.  Dan selalu saja ada kebutuhan baru dan masalah baru – dari penyakit AIDS dan dampaknya hingga akibat-akibat dari urbanisasi yang berjalan cepat sekali.

Tantangan bagi LSM dan organisasi sukarela adalah mencari “jalan keluar”, bagaimana caranya memenuhi kebutuhan penduduk, bukan sekedar memberikan “layanan” untuk memperbaiki mutu kehidupan mereka. LSM dan organisasi sukarela harus mencari pendekatan-pendekatan yang lebih ampuh dan efektif bagi berbagai masalah yang terdapat dalam masyarakat, agar dapat memberikan jawaban yang tepat bagi berbagai tingkat kebutuhan tanpa harus menciptakan permintaan yang makin besar akan dana, yang memang tidak tersedia.

3. Persaingan

Dalam dunia penggalangan dana persaingan bukan main sengitnya.  Makin banyak organisasi yang berencana untuk menggalang dana dan mulai mengembangkan sumber-sumber dana sendiri semakin banyak.  Ini berarti banyak dari “sumber-sumber yang ada di depan mata,” seperti misalnya perusahaan-perusahaan besar dan orang-orang kaya, yang dibanjiri permintaan dukungan – dan tidak semuanya dapat mereka bantu, betapapun terpujinya kegiatan berbagai organisasi itu.

Organisasi-organisasi baru, yang penuh semangat dan penuh energi, terus bermunculan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang juga dicoba dipenuhi oleh organisasi Anda.  Dan para pesaing Anda masing-masing berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan bahwa merekalah yang terbaik.

Tugas Anda adalah membuktikan bahwa organisasi Anda organisasi yang sukses, efektif, hemat biaya, inovatif, penuh semangat – pendeknya, organisasi terbaik untuk jadi penerima dana dari para donor.

4. Kesulitan menghasilkan uang

Tidak mudah, di Selatan, memulai upaya menggalang dana dan meneruskannya.  Jika mudah tentunya sudah banyak pengusaha yang berhasil. LSM dan organisasi sukarela juga pada umumnya tidak mempunyai pengalaman menjalankan usaha. Selain itu, banyak yang ragu-ragu apakah mencari uang suatu hal yang pantas sebagai strategi bagi sebuah LSM. Meski demikian, banyak sekali terbuka peluang bagi LSM untuk membuat dan menjual produk, yang ada kaitannya dengan kegiatan utamanya atau terpisah sama sekai, atau untuk menjual jasa yang dihasilkannya di pasar.  Pengalaman makin bertambah.  Mudah-mudah buku ini dapat membantu menyebarkan berita tentang peluang-peluang yang terbuka.

* Disadur dan dirangkum dari Buku “Menggalang Dana” karangan Michael Norton yang diterbitkan oleh Yayasan Obor dan Partnership